Pemantauan konduktivitas air sangat penting untuk sistem akuakultur dan pengolahan air, di mana salinitas, konsentrasi ionik, dan stabilitas air secara keseluruhan secara langsung mempengaruhi kinerja produksi. Sensor konduktivitas air mengukur seberapa mudah arus listrik melewati air—indikator yang sangat dipengaruhi oleh ion terlarut seperti Na⁺, K⁺, Ca⊃2;⁺ dan Cl⁻. Konduktivitas menjadi parameter kunci untuk mengelola kepadatan pakan dalam akuakultur, memastikan kestabilan kandungan kimia air, dan mengoptimalkan operasi filtrasi atau desalinasi dalam pengolahan industri.
Sensor konduktivitas berkinerja tinggi modern sering kali menggunakan metode induksi elektromagnetik (penginderaan EC induktif) , yang dirancang khusus untuk lingkungan yang keras atau terkontaminasi. Tidak seperti elektroda tipe kontak tradisional yang lama kelamaan akan kotor atau terkorosi, sensor induktif tidak memiliki bagian logam yang terbuka . Di dalam cangkang plastik atau keramik pelindung terdapat dua kumparan tertutup: kumparan primer , yang menghasilkan medan magnet bolak-balik frekuensi tinggi, dan kumparan sekunder yang menerima sinyal induksi. Ketika air mengalir melalui area penginderaan, medan magnet menginduksi arus eddy di dalam cairan. Arus ini menciptakan medan magnet sekunder yang kekuatannya meningkat seiring dengan jumlah ion bebas di dalam air. Kumparan penerima mendeteksi respons magnetis ini, dan pemancar mengubahnya menjadi nilai konduktivitas yang akurat.
Desain non-kontak ini menjadikan sensor konduktivitas induktif ideal untuk kolam akuakultur, sistem RAS, air limbah, lumpur, air garam bersalinitas tinggi, dan cairan industri korosif . Mereka menjaga akurasi jangka panjang, memerlukan perawatan minimal, dan mendukung output seperti RS485 Modbus dan 4–20 mA , memungkinkan integrasi ke dalam platform pemantauan otomatis.
Dengan menggabungkan daya tahan dan pengukuran ionik yang presisi, sensor konduktivitas air membantu operator meningkatkan stabilitas air, mengurangi risiko, dan memastikan pengendalian lingkungan yang andal di seluruh aplikasi budidaya dan pengolahan air.
Sementara itu, kami memiliki departemen R&D perangkat lunak dan perangkat keras serta tim ahli untuk mendukung perencanaan proyek pelanggan dan layanan yang disesuaikan
LANGKAH1
Bicaralah dengan pelanggan, pahami kebutuhan pelanggan
LANGKAH2
Rencana Anggaran dan durasi
LANGKAH3
Penandatanganan kontrak Pembayaran di muka
LANGKAH4
Mengatur dan menyelesaikan Produksi
LANGKAH5
Konfirmasi klien Siap dikirim.
LANGKAH6
Memberikan kepada pelanggan kerjasama yang saling menguntungkan.