| Tersedianya: | |
|---|---|
Lebih sedikit pekerjaan manual. Pertumbuhan yang lebih ajaib.
Sistem pemantauan lingkungan cerdas untuk gudang rumah kaca mengintegrasikan pemantauan CO₂, suhu dan kelembaban, cahaya dan nutrisi tanah. Ini mengadopsi jaringan node nirkabel LoRa dan manajemen terpusat gateway, dan digabungkan dengan sistem kontrol untuk mencapai regulasi lingkungan yang dinamis di dalam rumah kaca, mengoptimalkan lingkungan pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan hasil dan kualitas.

•Pemantauan End-to-End: Lacak semua parameter penting - CO₂, suhu, kelembapan, cahaya, dan nutrisi tanah - dalam satu sistem.
•Jaringan Nirkabel LoRa yang Kuat: Nikmati konektivitas jarak jauh dan berdaya rendah yang ideal untuk tata ruang rumah kaca yang rumit tanpa perlu menggunakan kabel.
•Manajemen Gerbang Terpusat: Pantau dan kelola semua zona rumah kaca Anda dengan mudah dari satu antarmuka yang ramah pengguna.
•Kontrol Iklim Dinamis: Tetapkan aturan yang telah ditentukan sebelumnya untuk penyesuaian otomatis ventilasi, kipas angin, pemanas, lampu, dan sistem irigasi.
•Peningkatan Kualitas Berbasis Data: Gunakan data historis lingkungan untuk menyempurnakan strategi budidaya Anda agar menghasilkan panen yang unggul secara konsisten.
Tersedia lebih banyak tipe Tem, kelembapan, sensor CO2, stasiun cuaca, dan sensor tanah!
| Sensor | Tujuan | Rentang Target |
|---|---|---|
| Kelembaban Tanah | Melacak kadar air untuk mencegah irigasi berlebih/kurang (misalnya, 10–30% VWC untuk tomat). | akurasi ±3%. |
| Suhu Tanah | Memantau tekanan panas pada zona akar (>30°C merugikan sebagian besar tanaman). | Akurasi ±0,5°C. |
| EC Tanah | Mengukur salinitas; nilai >2,5 mS/cm mungkin memerlukan pelindian. | Akurasi ±0,2 mS/cm. |
| pH tanah | Memastikan ketersediaan nutrisi (misalnya 6,0–7,0 untuk mentimun). | akurasi ±0,3. |
| Sensor NPK | Mendeteksi penipisan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K) (opsional). | Ambang batas spesifik tanaman. |
| Sensor | Tujuan |
|---|---|
| Suhu Udara/Kelembaban | Mencegah penyakit jamur (misalnya kelembaban >80% berisiko terkena embun tepung). |
| Sensor CO₂ | Meningkatkan fotosintesis (optimal 800–1200 ppm). |
| Sensor Cahaya | Mengukur integral cahaya harian (DLI; misalnya, tomat membutuhkan 20–30 mol/m²/hari). |

Ukuran Rumah Kaca: 6 m × 3 m (18 m²), dengan irigasi tetes.
Tanaman: Tanaman tomat (20–30 tanaman).
Otomatisasi: Peringatan berbasis IoT untuk irigasi dan ventilasi.
| Sensor | Contoh Model | Jumlah | Catatan Pemasangan |
|---|---|---|---|
| Kelembaban/Suhu Tanah | BGT-SMPS(O1) | 4 | Masukkan pada jarak 15 cm (zona akar). |
| EC/pH tanah | BGT-SMPS(O1) | 2 | Kalibrasi setiap bulan. |
| Suhu Udara/Kelembaban | BGT-WSD2 | 1 | Gantung 1,5 m di atas tanah. |
| Sensor CO₂ | BGT-WSD2 | 1 | Dekat kanopi tanaman. |
| Sensor PAR | BGT-PAR1 | 1 | Dipasang secara horizontal. |
Irigasi: Memicu sistem tetes ketika kelembaban tanah turun di bawah 15% VWC.
Ventilasi: Buka ventilasi samping jika suhu udara melebihi 28°C atau kelembapan >75%.
Pemupukan: Peringatan bila EC tanah <1,5 mS/cm (kekurangan unsur hara).
Hubungkan Peternakan Anda. Sempurnakan Hasil Anda. Lihat Platform Beraksi