Blog | Karier | Hubungi kami
| Tersedianya: | |
|---|---|
Sistem pemantauan substrat kami memberikan kontrol yang tepat dan berbasis data terhadap lingkungan zona akar—mengoptimalkan irigasi dan iklim untuk tanaman unggul seperti tomat, stroberi, dan ganja.
Tanah substrat (atau media tanam) adalah media budidaya tak dinodai yang diformulasikan secara artifisial yang terdiri dari bahan organik atau anorganik. Ini berfungsi sebagai alternatif tanah tradisional, memberikan dukungan akar, retensi air, dan pengiriman nutrisi. Bahan substrat yang umum meliputi:
Substrat Organik : Sabut kelapa, lumut gambut, serat kayu, biochar sekam padi, kompos.
Substrat Anorganik : Perlit, vermikulit, rockwool, pelet tanah liat, pasir.
Presisi di Media. Keunggulan dalam Panen.
Dibandingkan dengan tanah konvensional, tanah substrat menawarkan beberapa keunggulan:
✅ Aerasi Unggul : Porositas tinggi (30%–70%) memastikan oksigenasi akar lebih baik, sehingga mengurangi risiko pembusukan.
✅ Retensi Air & Nutrisi Terkendali : Komposisi dapat disesuaikan (misalnya stroberi lebih menyukai kelembapan, tomat membutuhkan drainase).
✅ Bebas Penyakit : Meminimalkan patogen yang ditularkan melalui tanah (misalnya nematoda simpul akar, layu fusarium).
✅ Ringan : Ideal untuk pertanian vertikal (misalnya, sistem rak, budidaya tas, budidaya melalui bak).
⚠️ Membutuhkan Manajemen yang Presisi : Substrat kekurangan nutrisi bawaan, sehingga memerlukan pembuahan dengan pemantauan EC/pH yang ketat.

1.Disesuaikan untuk Media Anda: Dirancang khusus untuk sabut, rockwool, dan substrat umum lainnya, memberikan wawasan yang penting bagi lingkungan pertumbuhan spesifik Anda.
2. Gambaran Iklim Lengkap: Memantau variabel-variabel utama mulai dari intensitas cahaya dan CO₂ hingga suhu dan kelembapan zona akar, memberi Anda kendali yang tak tertandingi.
3. Otomatiskan untuk Penyerapan Optimal: Mengintegrasikan jaringan nirkabel LoRa dengan irigasi otomatis untuk mengalirkan air dan nutrisi dengan waktu dan efisiensi yang tepat.
4. Budidaya Berbasis Data: Melampaui dugaan. Gunakan data waktu nyata untuk mengoptimalkan irigasi tetes dan jadwal penerangan untuk tanaman seperti ganja, kemangi, dan stroberi.
◀◀ Parameter Produk ▶▶
Budidaya substrat bergantung pada pemeliharaan keseimbangan air-udara-nutrien , sehingga memerlukan pemantauan terhadap:
Antarmuka Keluaran |
SDI-12, V1.3 |
Catu Daya |
3.6-16V/DC |
Konsumsi Daya |
Arus Diam: 30uA Mengukur Arus: 10mA selama pengukuran 150ms |
Pengukuran Kelembaban Tanah |
Permitivitas dielektrik semu ( x a ): Kisaran: 1-81 (udara - air) Resolusi:1,00-40,00:±0,1,40,00-81,00:±0,5 Akurasi:1,00-40,00:±2%,40,00-81,00:±5% Kelembaban Tanah (VWC): Kisaran:0%-100% (udara - air) Resolusi: diturunkan dari fungsi konversi dari epsilon ke VWC Akurasi: diturunkan dari fungsi konversi dari epsilon ke VWC |
Pengukuran EC |
Kisaran: 0-23ds/m Resolusi: 0-7ds/m, 0,01ds/m; 7-23ds/m, 0,05ds/m Akurasi: 0-7ds/m, 5%; 7-23ds/m,15% Kompensasi suhu EC: 0-50°C |
Pengukuran Suhu |
Rentang: -40~80°C, Resolusi:0,1°C, Akurasi:±0,5°C |
Teknik Pengukuran |
Kelembaban oleh FDR dan EC oleh eksitasi AC |
Peringkat IP |
IP68 |
Suhu Operasional |
-40~85°C |
Batang Sensor |
Baja tahan karat |
Sensor Tersegel |
Resin epoksi |
Instalasi |
Instalasi permukaan atau terkubur |
Panjang Kabel |
5 meter atau Sesuaikan |
Dimensi |
88*71*26mm |

| Kategori | Detail |
|---|---|
| Kisaran Suhu | -40°C hingga 75°C (akurasi ±0,2°C) |
| Kisaran Kelembaban | 0–100% RH (akurasi ±3%) |
| Kisaran CO2 | 0–5000ppm (±50ppm + akurasi 5%) |
| Rentang Penerangan | 0–200.000 Lux (dalam ruangan: 0–65.535 Lux) |
| Keluaran | 4–20mA / 0–10V / RS485 (Modbus-RTU) / RS232 |
| Catu Daya | 9–30V DC (direkomendasikan 12V) |
| Tingkat Perlindungan | IP65 (debu/tahan air) |
| Opsi Penyelidikan | Built-in (standar, PE, logam) / Eksternal (suhu tinggi, berulir) |
| Ukuran | Desain pemasangan di dinding yang ringkas (jarak lubang 105mm) |
| Komunikasi | Protokol Modbus-RTU, kecepatan baud 9600 |
Juga mendukung parameter lainnya, silakan hubungi penjualan!
◀◀ Solusi Pengaturan yang disarankan ▶▶
Cara Budidaya : Rak vertikal 3 tingkat (20 pot/lapis, sabut kelapa + substrat perlit).
Luas : 10㎡.
Otomatisasi : Fertigasi dipicu oleh EC/pH, pencatatan data berbasis cloud.
| Peralatan | Model Contoh | Jumlah | Peran |
|---|---|---|---|
| Kelembaban Substrat/Suhu/EC | BGT-SEC(Z2) | 6 | 2 per lapisan (pemantauan kedalaman menengah). |
| Sensor pH substrat | BGT-PH1 | 3 | 1 per lapisan, terkait dengan kesuburan. |
| Suhu/Kelembaban Kanopi | BGT-AWS (Terpasang di dinding) | 3 | 1 per lapisan, dengan pelindung radiasi. |
| Sensor CO₂ | BGT-WSQ | 1 | Dipasang di tengah untuk cakupan penuh. |
| Sensor PAR | BGT-PAR1 | 1 | Ketinggian dapat disesuaikan pada tingkat kanopi. |
| Pengendali | 1 set | Pemrosesan data & kontrol irigasi/lampu. |
Irigasi : Dipicu ketika kelembaban substrat <30% (fertilisasi 10 menit).
Pengendalian Nutrisi : Kurangi pemupukan jika EC >2.5mS/cm; sesuaikan pH jika <5,5.
Pengendalian Lingkungan : Suntikkan CO₂ jika <800ppm; aktifkan lampu pertumbuhan jika PAR <200μmol.