Blog | Karir | Hubungi kami
Lokasi: Kotapraja Huashan, Desa Hongxing Kelompok 2 (Koordinat: 102°35′25″BT, 27°25′20″LU)
Personel Pengawas: Liu Hong (Kontak: +86 130 8925 4172)
Populasi Berisiko: 16 KK (90 penduduk)
Sistem Pemantauan:
Ekstensometer 2 kawat
1 stasiun pemantau curah hujan
1 sistem siaran peringatan dini
9-10 Juni 2020 Peristiwa Curah Hujan Ekstrem
| Waktu Peristiwa | Deskripsi |
|---|---|
| 22:05 | Hujan ringan mulai |
| 22:40 | Curah hujan meningkat hingga terjadi badai besar |
| 22:50 | Stasiun curah hujan memicu peringatan kuning; sistem siaran diaktifkan |
| 23:20 | Peringatan merah diaktifkan; petugas pemantau memulai pemberitahuan dari pintu ke pintu |
| 23:37 | Ekstensometer #2 mendeteksi deformasi |
| 23:55 | Peringatan kuning ekstensometer terpicu |
| 00:10 (10 Juni) | Peringatan merah diaktifkan; peringatan evakuasi disiarkan |
| 00:50 | Curah hujan berhenti (Akumulasi total: 140,2 mm) |
Hasil Utama:
Peringatan 80 menit sebelumnya tercapai
100% populasi berisiko menerima peringatan
Tidak ada korban jiwa atau kerusakan properti
Status Peralatan Pasca-Acara:

Stasiun curah hujan: Beroperasi penuh
Ekstensometer #1: Operasi normal
Ekstensometer #2: Sensor rusak akibat longsor (diganti)
Sistem siaran: Transmisi peringatan berkelanjutan dikonfirmasi


Dari diagram batang curah hujan per jam di atas dan diagram batang curah hujan menit di atas, terlihat jelas bahwa curah hujan ini dimulai pada pukul 22:05 tanggal 9 Juni 2020, dan berlangsung hingga dini hari tanggal 10 Juni 2020. Seluruh proses tersebut menghasilkan curah hujan terus menerus sebesar lebih dari 140 mm, dengan curah hujan mencapai 140,2 mm dari pukul 22:30 pada tanggal 9 Juni 2020 hingga pukul 00:50 pada tanggal 10 Juni, 2020.

Terlihat pada gambar di atas, retakan tersebut mengalami perubahan yang tajam sebelum terjadi longsor. Peristiwa ini kira-kira dimulai pada pukul 23:37 tanggal 9 Juni 2020 dan berlangsung hingga saat terjadinya tanah longsor (sekitar pukul 00:10 tanggal 10 Juni). Durasi deformasi sekitar 30 menit, dan laju deformasi mencapai 288mm/hari. Apalagi waktu terjadinya mempunyai korelasi yang kuat dengan periode sebelum dan sesudah terbentuknya curah hujan tersebut.
Observasi Lapangan:
Risiko tanah longsor sekunder teridentifikasi (memerlukan penilaian lebih lanjut)
Kerusakan ekstensometer #2 dipastikan karena perpindahan titik jangkar
Pemantauan Korelasi Data:
Rantai data lengkap dari curah hujan → deformasi → kegagalan
Penyelarasan temporal yang tepat antara:
a) Puncak intensitas curah hujan
b) Perkembangan retakan
c) Pemicu peringatan
Peristiwa ini menunjukkan:
Efektivitas Sistem: Pemantauan terpadu berhasil memperkirakan keruntuhan lereng 80 menit sebelumnya
Keandalan Peringatan: Jaringan mesh lokal memastikan penyebaran peringatan secara real-time
Faktor Manusia: Respons proaktif petugas pemantauan melengkapi sistem otomatis
Kualitas Data: Sinyal pendahuluan yang jelas memungkinkan penilaian risiko yang akurat
Peringatan dini tanah longsor Shuiyinpan merupakan contoh kasus keberhasilan mitigasi geohazard melalui sistem teknis terpadu dan kesiapsiagaan masyarakat.